Permainan Masa Kecil . . .

1. Taplak Gunung
Sebuah permainan yang dapat dimainkan oleh lelaki dan perempuan, tapi biasanya kalo anak laki ikut permainan ini ada maunya (alasan buat deketin cewe incerannya). cara bermainnya mudah, batu ceper/ tipis yang dilemparkan ke tiap bagian gambar yang sudah dibuat di lantai/ tanah hingga ke bagian tertinggi yaitu gambar gunung, bahkan tak jarang pula sebagian orang bilang bagian tertinggi itu bintang (posisinya di atas gunung). Permainan ini menjadi favorit karena dapat dimainkan oleh banyak orang, tapi anehnya kenapa namanya taplak gunung ya? padahal gunungnya nggak ditutupi taplak lho . . .

2. Gasing
Gasing / Panggal atau lazim disebut juga dengan Gangsing. Jenis mainan ini memiliki unsur kekuatan, kecermatan dalam bermain. sebuah gasing itu dililit/libat seutas tali dengan ukuran panjang yang disesuaikan gasingnya. Gasing dilempar ke lantai/ tanah yang menjadi areal berpusing gasing, sering kali gasing menjadi ajang lomba, gasing siapa yang paling lama berputar dia lah yang menjadi pemenang. untuk itulah setiap pemain harus dapat memodifikasi gasingnya, dengan akurasi dan pengalaman memungkin anda menjadi juaranya. Konon, permainan gasing ini merupakan permainan tertua dalam situs arkeologi.

3. Monopoli
Monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.

4. Kelereng

Kelereng/ Neker/ Gundu/ Kleci adalah permainan yang disukai oleh hampir semua lelaki. Permainan yang begitu mengasyikan ini bisa dibilang ajang bergengsi dikalangan anak-anak, betapa tidak? tiap kali kita bermain kelereng dan menang kamu dapat mengumpulkan kelereng tersebut di dalam toples atau bahkan kardus dengan ukuran lebih besar dan kamu dapat bercerita atau memamerkannya didepan kawan-kawan, atau bahkan kamu dapat menjualnya kembali.

5. Layangan/ Layang-layang
Permainan yang di dominasi oleh para lelaki ini memiliki keasyikan tersendiri. mulai dari menyetting layangan (pasang talikama godek, manteng bahkan singit), benang biasa hingga gelasan. Permainan ini sering kali menjadi ajang adu layangan, tentunya yang putus itu kalah dan paling cocok bermain layangan adalah ketika  sedang berangin, tapi hati-hati karena akan membuat kulit kamu menjadi hitam dan berambut bule. tips nya adalah mengenakan sunblock, manset/ atau bisa juga dengan baju lengan panjang, topi atau peci juga bisa, ya kalo urgent bisa pake daun pisang.

6. Petak Umpet
Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru. permainan adalah sejenis permainan hukuman bagi yang kalah ketika gambreng. bagi yang kalah (satu orang) akan menutup matanya/ dihadapkan ke tembok/pohon agar tidak dapat melihat sekitarnya, kemudian berhitung hingga batas angka yang telah ditentukan, dan mencari pemain lain yang bersembunyi. Untuk yang ditemukan lebih dulu, dia akan menjadi penjaga/pencari yang berikutnya.

7. Ular Naga
Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK – SD).

8. Congklak
Congkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan. Permainan ini di dominasi oleh kaum perempuan, biasanya dilakukan ketika siang menjelang sore. permainan ini memiliki aturan main berbeda-beda tergantung daerah itu sendiri tapi ada pakem-pakem yang sama. pada dasarnya, permainan ini merupakan permainan berhitung, dimana ketika menjalankan permainan kamu dapat menghitung langkah-langkah yang dapat mengalahkan lawan. seruu bukaaan??

9. Pletokan bambu
Pletokan dibuat dari bambu, dengan panjang sekitar 30 cm dan berdiameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok. Tidak jarang peluru tersebut diarahkan ke kawan dan mengakibatkan pertempuran sengit antar perorangan/ kelompok, namun selain dapat mengenai sasaran yg dituju, pletokan bambu ini juga mengeluarkan suara yang khas tp sebenarnya permainan ini hanya untuk bermain perang-perangan saja, yang penting tidak mengenai bagian tubuh yang vital.

10. bola Bekel
Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki. Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan. Permainan ini seolah-olah tidak pernah ada selesainya, karena selalu ada tingkatan yang harus dilalui dan akan menajdi pemenang bagi yang mencapai tingkat tertinggi.

NB :

Permainan ini hanya sebagian kecil saja, adakah permainan lainnya yang kita alami ketika masa kanak-kanak?? Ayoo kita bangkitkan kembali ingatan kita dan sampaikan ke yang lain, mari kita lestarikan warisan budaya yang kian menghilang, rebut kembali jatidiri bangsa ini dengan memulai dari hal-hal kecil . . .

Image

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 Responses to Permainan Masa Kecil . . .

  1. tanpa nama says:

    kalo jaman dulu paling sering main petak umpet^^ udah gede ga pernah lg deh!

  2. mama kiki says:

    kalo udah gede, susah ngumpetnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s